Read DreamCatcher by Alanda Kariza Online

dreamcatcher

“Dreams are necessary to life.” – Anais NinMimpi itu kebutuhan. Layaknya udara, tanpa disadari, aku, kamu, dan kita semua membutuhkan mimpi. Mimpilah yang menuntun kita atas apa yang kita kerjakan saat ini karena hari ini adalah jawaban atas mimpi kita tempo hari.DreamCatcher memberikan gambaran tentang bagaimana merancang mimpi. Inilah rancangan hidup yang kita coba reka“Dreams are necessary to life.” – Anais NinMimpi itu kebutuhan. Layaknya udara, tanpa disadari, aku, kamu, dan kita semua membutuhkan mimpi. Mimpilah yang menuntun kita atas apa yang kita kerjakan saat ini karena hari ini adalah jawaban atas mimpi kita tempo hari.DreamCatcher memberikan gambaran tentang bagaimana merancang mimpi. Inilah rancangan hidup yang kita coba reka sendiri. Alanda Kariza berbagi hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menciptakan mimpi dan meraihnya sejak dini. Memanfaatkan kekurangan, meningkatkan produktivitas, dan berbagi dengan orang lain adalah beberapa di antaranya.Buku ini dilengkapi lembar aktivitas untuk mencatat hal-hal yang ingin kita capai. Tak ketinggalan, ada pula profil para sosok muda yang sukses mewujudkan impian.So, live your dreams. Hidup yang dipenuhi mimpi akan banyak bercerita tentang masa depan.“DreamCatcher menyimpan jawaban bahwa hidup akan lebih menyenangkan bila kita bisa mewujudkan impian.” – Pandji Pragiwaksono, a man living his dreams“Saya termasuk orang yang dari dulu banyak bermimpi. Ketika menyadarinya, saya kaget sekali karena sudah banyak mimpi itu yang kini jadi kenyataan. DreamCatcher bercerita tentang mimpi-mimpi yang harus diciptakan dan bagiaimana kita mencapainya. Semuanya diceritakan dengan berbagai contoh nyata. Seandainya dari dulu sudah terbit buku seperti ini.” – Yoris Sebastian, Creative Thinker at OMG Consulting & penulis buku Creative Junkies“Sebuah komposisi pemikiran cerdas dan pengalaman menarik. Alanda kembali meyakinkan kita tentang kekuatan mimpi. Buku yang wajib dibaca oleh setiap anak muda yang (ingin) punya segudang mimpi!” – Iman Usman, Presiden Indonesian Future Leaders...

Title : DreamCatcher
Author :
Rating :
ISBN : 9789797805371
Format Type : Paperback
Number of Pages : 232 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

DreamCatcher Reviews

  • Aveline Agrippina
    2018-10-29 13:36

    Mimpi: Sekadar Diciptakan atau Diejawantahkan?Mungkin –sekali lagi, mungkin- Alanda Kariza menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat seseorang yang berpenampilan tak sewajarnya di dalam talkshow Dream Catcher-nya kali pertama di Bandung. Seseorang yang memakai jaket hitam dan bersandal jepit, tergesa di antara orang-orang yang mengantre untuk booksigning. Baru datang. Fatalnya adalah ia bukan menyapa Alanda yang di hari Sabtu itu menjadi idola, melainkan menyapa seseorang yang lain dan tertawa-tawa bersamanya. Kemudian, orang itu ikut serta santap malam bersama Alanda. Haks!Iya, itu saya. Dan saya memang bukan menyambut Alanda, mengajaknya berkenalan. Malah saya menyapa seorang teman yang terlebih dahulu sudah saya kenal -tepatnya seminggu sebelum bertemu Alanda, saya sudah berkenalan dengan teman saya itu-. Awalnya, memang saya tidak ingin ikut serta di dalam antrean itu karena dua hal: Alanda sedang repot dengan para teman barunya di ITB dan kebetulan pula saya belum membaca buku Alanda yang satu ini.Mengetahui siapa Alanda memang bukanlah hal yang baru untuk saya. Dengan segala cita-citanya dan apa yang telah ia dapatkan selama ini, bagi saya memang sudah menjadi hal yang selayaknya atas apa yang ia perjuangkan. Saya percaya akan keberadaan semesta yang akan memberikan hal-hal baik bagi mereka yang mau memperjuangkan mimpi-mimpinya. Bahkan, memang sudah selayaknya bagi seluruh manusia yang bertumbuh dewasa untuk memiliki mimpi. Memiliki cita-cita.Bagi saya, sesungguhnya tidak ada yang spesial dengan apa yang ditulis oleh Alanda setelah saya mengetahui seperti apa konsep buku Dream Catcher ini. Saya lebih berharap bahwa Alanda menerbitkan novel atau kumpulan cerpen terbarunya. Hal ini terjadi karena memang saya tidak pernah menyukai buku yang berbau motivasi. Jujur saja, saya anti akan Mario Teguh dan kawan-kawannya. Saya hanya percaya satu hal: motivasi lahir dari diri sendiri, bukan dari (kata-kata mutiara) seorang motivator.Selepas menemaninya wawancara di sebuah radio di Bandung, saya diberikan sebuah buku Dream Catcher beserta tanda tangannya. Ampun! Begitulah pekerjaan pemburu tanda tangan ini. Buku gratis saja dimintai tanda tangan. "Jangan lupa review ya!" pesannya sebelum kami berpisah. Saya tersenyum simpul. Pesan yang membuat saya harus berteori apa lagi untuk menjawabnya (dan untuk menghindarinya karena genre buku ini yang menjadi masalah bagi saya).Setiap orang memang harus memiliki mimpi. Itu bukan hak, melainkan kewajiban. Mimpi akan menjadikan seseorang memiliki tujuan. Mimpi harus dibangun sejak muda. Tak mengherankan apabila orang tua kita dengan sigap membangun pondasi untuk mewujudkan mimpi kita lewat apa saja yang dapat mereka berikan. Mimpi akan menjadikan seseorang memiliki target apa yang harus dicapainya. Kalau kata teman saya, mimpi itu seperti utang yang harus dibayar kepada diri sendiri.Tapi, ada mimpi yang tinggal mimpi. Ada pula mimpi yang bisa terwujudkan. Menurut saya, itu kembali lagi kepada diri masing-masing: apakah ia menginginkan mimpi hanya sekadar mimpi atau diejawantahkan. Seseorang harus memilih untuk berjuang untuk mimpi-mimpinya atau duduk manis menunggu mimpi itu terwujud sendiri. Keberhasilan untuk mengejawantahkan mimpi tidaklah jatuh dari langit.Mungkin, dengan maksud yang mulia itu, Alanda mengajak kaum muda untuk mengejawantahkan mimpinya. Menyadarkan satu hal: mimpi tidak akan pernah terwujud apabila mimpi hanya ditunggu untuk menjadi nyata. Pengalaman hidupnya yang sudah menuai banyak pujian itulah yang menjadi landasan bagaimana ia berani untuk menuliskan buku ini.Saya percaya, di dunia ini ada pilihan-pilihan yang tidaklah kita kehendaki, tetapi kita dipaksa untuk memilih. Demikian pula dengan Alanda. Ia pernah diharuskan memilih, menghadapi mimpi yang mana yang harus diejawantahkan. Pengalamannya itu yang membuatnya lebih berada. Kini, ia tidak pernah menyesali dengan keputusan yang sempat membuatnya bimbang.Dengan konsep yang sedikit berbeda dari buku motivasi lainnya yang pernah saya baca, ditambah dengan pengalaman dan halaman di mana kita diajak untuk lebih berusaha mewujudkan mimpi-mimpi kita, Alanda mengundang kita untuk masuk ke dalam dunia mimpi. Dunia mimpi yang harus diwujudkan, bukan hanya ditunggu begitu saja.Ya, berbagi justru bisa membuat kita lebih kaya.Ya, dengan berbagi, kita bisa lebih kaya, Alanda. Jangan pernah lelah untuk berbagi pengalamanmu. Mimpi yang telah kau harapkan dulu setidaknya sudah banyak yang diraih dengan apa yang dinamakan dengan 'berjuang'. Dan lewat karya terbarumu, kau berbagi untuk mengundang kaum muda untuk mengejawantahkan mimpi.Selamat berbagi!Malam ini, kulunasi utangku kepadamu untuk meresensi karyamu.Jakarta, 17 Mei 2012 | 18.17A.A. - dalam sebuah inisial

  • Lelita P.
    2018-11-02 15:50

    Bagus, inspiratif, dikemas secara nyata dan kerasa banget ditulis pakai hati. Apa yang dituliskan di sini terasa believable karena merupakan pengalaman pribadi penulisnya. Dan karena pengalaman pribadi itulah, buku ini jadi nggak muluk. Banyak hal realistis yang juga diselipkan di tulisan-tulisannya karena dalam menggapai mimpi pun kita harus mempertimbangkan hal-hal realistis. Dan saya salut banget dengan sepak terjang Mbak Alanda Kariza, pilihan-pilihannya, juga pribadinya. Bacaan yang sangat bagus untuk yang butuh motivasi baru dalam mengejar mimpi.

  • Stefanie
    2018-11-16 11:42

    "When it comes to dreams, the sky is the limit... Tapi selain bermimpi tinggi, kita juga harus punya dasar yang kuat. Apa alasan kita punya mimpi itu? Apa yang harus dilakukan selanjutnya? Biar mimpi yang kita punya nggak sekadar jadi mimpi, tapi bisa terealisasi... Percayalah apa pun bisa terwujud asal dilakukan dengan sepenuh hati."DreamCatcher adalah kombinasi dari sebuah cerita serta panduan bagi kita untuk merancang dan meraih mimpi kita. Buku ini terbagi menjadi 5 Bab utama yang dimulai dari Inventing Your Dream (proses menciptakan mimpi), Takedowns (faktor-faktor yang biasanya menjadi penghalang), Designing the Blueprint (merencanakan mimpi), Making Them Come True (proses realisasi mimpi, dan apa saja hal penting dalam proses tersebut), dan yang terakhir adalah Living It (bagaimana kita harus bertindak setelah mimpi kita tercapai)....Baca review selengkapnya di:http://thebookielooker.blogspot.com/2...

  • Sa`ad Ahyat Hasan
    2018-11-09 15:42

    Serasa berdiskusi langsung dengan Alanda Kariza.Gaya penulisan buku ini yang santai, mirip seperti gaya penulisan artikel blog membuat pembaca tidak bosan. Alanda Kariza tidak menunjukkan bagaimana caranya untuk meraih mimpi, tapi menceritakan. Dan layaknya seorang pencerita, Alanda Kariza sangat paham dengan kisah yang diceritakannya. Karena sebagian besar kisah di dalamnya merupakan cuplikan dari beberapa kisah hidupnya. Pun, dari setiap kalimat yang ada di dalamnya, dapat diketahui kalau buku ini ditulis dengan penuh antusiasme dan semangat yang luar biasa. Keren!4 bintang buat buku ini. 5 bintang buat Alanda Kariza! :)

  • Tiara Orlanda
    2018-11-01 12:22

    Dreamcatcher ,i love it. salah satu buku nonfiksi yang menggugah.bisa membuat saya benar-benar ingin menuliskan daftar mimpi saya dan membold mana yang sudah saya raih.alanda kariza is awesome for sure. Dia keren BGT dan ngeliat ceritanya bikin mimpi saya untuk ada di suatu komunitas sosial yang udh sempat kelelep naik lagi ke permukaan. i think i can start it for the small thing :) karena ,alanda aja bisa mulai sejak smp ! keren.bab favoritnya (actually all the babs are my favorite) saya adalah TAKEDOWNS karena bagian itu yang bisa mulai saya ikuti. danget out of your "no progress" zone" is my favorite part.dan suka banget sama tweet @BrianArdianto : "bermimpi adalah salah satu cara agar tetap terjaga"dan quote di halaman terakhir , "Dream until the dreams comes true,and then dream some more" it really makes me dare to dream !intinya ,di buku ini Alanda Kariza ngasitau kita bahwa GA ADA YANG GA MUNGKIN UNTUK KITA RAIH KALAU KITA UDAH BERANI BERMIMPI DAN USAHA :)Love it .

  • Yoveni
    2018-11-03 09:49

    Alanda dengan jujur mengungkapkan sesuatu hal yang dulunya aku anggap aneh. "saya memiliki mimpi yang hampir berubah-ubah" petikan kalimat yang ditulisnya yang kontan membuat aku merasa sangat normal, its me, dan ternyata tidak hanya aku yang mengalami perasaan seperti itu saat aku tumbuh, saat mentalku berkembang. hal itu bisa terjadi pada siapa saja. namun Alanda juga mengungkapkan "apapun keinginan kita, tidak berarti kita harus berhenti bermimpi.--yeah, Aku akan membacanya sampai habis, malam ini :)Of the end, buku ini sangat jujur banget, kalian tidak akan pernah menemukan kalimat yang membuat kalian merasa terintimidasi. karena cara alanda kariza menyampaikan statementnya sangat santun dan memanusiawikan pendengar, karna buku ini tentang impian, bukan berarti kita bebas sebebas-bebasnya bisa berimaginasi, namun setiap impian itu ada strukturnya, bagaimana kita bermimpi, dan bagaimana upaya kita untuk mewujudkan impian itu.buku ini recomended banget

  • adnaoy
    2018-11-18 11:29

    Sedikit review..Tadinya saya pikir ini salah satu buku fiksi dari Alanda. Ternyata non-fiksi toh. Dan ternyata, sejenis buku motivasi gitu. Keren? Iyalah. Tulisan Alanda itu selalu mengalir, kayak lagi ngobrol atau presentasi dengan santainya. Design covernya kece, layoutnya bagus dan menarik, walaupun ada beberapa halaman yang agak kurang pas posisinya. Ilustrasinya juga lucu-lucu banget dan ga membosankan. Thumbs up buat Abe Sidauruk!Anyway, menurut saya cuma satu sih kekurangan buku ini. Poin-poinnya (atau mungkin bisa dibilang bab kali ya..) kurang mendalam. Alanda paling hanya menjelaskan 3-4 halaman. Malah ada yang hanya 2 halaman. Jadi rasanya nanggung aja gitu. Overall, this book is awesome, especially for those, the dreamcatchers :)

  • Cindy Pricilla
    2018-11-17 11:49

    i'm so proud with Alanda Kariza for such being a success person di usianya yang masih muda.Sungguh sangat iri. Ia salah satu perempuan dengan 'complete package'. Cantik, cerdas, young, berjiwa pemimpin, multitalented, dan banyak membantu orang.saran saya: just go to buy this book and read it, then you can be inspired and found the spirit to catch your dream.Banyak quote-quote inspiratif di dalam buku ini."Ketika kita memiliki mimpi yang sangat besar, bersyukurlah. Yang Maha Berkehendak dan Maha Pengasih tidak mungkin mengizinkan kita memiliiki mimpi sedemikian besar tanpa memberikan kesempatan untuk meraihnya. Menurut saya pencapaian mimpi itu hanya masalah waktu sampai akhirnya kita pantas menerimanya."

  • Aisha Sabila
    2018-10-30 14:31

    I'm not that kind of person who fall for motivational books or words. But this one's okay, though. There are still some encouraging quotes that I love. Though after reading it, I didn't feel so much change in my life. So I gave this book to my best friend instead, who at that time were striving to go to med school. And guess what, she's in med school now.

  • Nia destiana putri
    2018-11-18 14:30

    terima kasih sudah mengembalikan semangat saya untuk tetap mengejar segala impian-impian saya.buku ini sangat menginspirasi, well.. saya akan segera menyusun "My life list!" :))

  • Fanisa
    2018-11-18 11:35

    About this book ...waktu itu lagi ga sengaja online twitter di laptop terus lihat akun Gagasmedia ngetweet pake hastag #DreamCatcher. awalnya sih ga tertarik tapi begitu ngeh quote-quotenya cakep banget akhirnya kepikiran untuk beli. besoknya, aku langsung cabut ke toko buku bareng si ade nyari buku Dream Catcher kali aja masih ada. Yang biasanya aku mojok di rak-rak novel di bagian paling belakang toko buku, waktu itu aku malah muter-muter di rak psikologi nyari buku Dream Catcher. setelah tawaf tiga kali akhirnya nemu di rak paling bawah udah gitu kejepit sama buku-buku besar lainnya. sisa tiga buku dan semuanya telanjang alias udah ga ada plastiknya. kecewa banget pas tau bukunya cuma tinggal tiga itu. ga mungkin ga jadi beli soalnya niat dateng ke toko buku hari itu ya cuma mau nyari buku Dream Catcher! Masa pas udah megang malah ga jadi beli gara-gara ga ada sampul plastiknya? abis berpikir lama, akhirnya di beli juga. dari tiga buku itu yang mendingan cuma satu. sementara dua lagi udah ga ada potongan kecil di cover yang bertuliskan 'My Dreams Are' yang bisa juga di pake jadi pembatas buku. begitu sampe rumah, aku langsung melahap buku Dream Catcher ini.So, Buku ini ga terlalu tebal udah gitu kata-katanya simple dan ga berat. enak banget buat dibaca para remaja yang lagi galau nentuin cita-citanya apa. abis baca buku ini, dijamin deh semangat kalian yang awalnya redup nyaris padam langsung mencuat lagi ke atas bahkan naik sampai ubun-ubun. dari dulu aku memang ga pernah nganggap yang namanya 'cita-cita' itu remeh. cita-cita itu tujuan. cita-cita adalah salah satu alasan kenapa kita hidup, untuk apa kita dilahirkan, dan apa yang kita lakukan sepanjang hidup kita. bahkan banyak dari anak-anak zaman sekarang yang menjadikan cita-cita sebagai landasan untuk membuat orang tuanya bangga dibalik nilai-nilai akademis sekolah yang 'ehem' merah-merah. Mbak Alanda Kariza hanyalah nama seorang penulis yang ga aku kenal awalnya. tapi setelah baca buku ini, aku terkagum-kagum sendiri sama pengalaman hidup Mbak Alanda yang seperti roller coaster. berbahaya tapi menyenangkan. aku ga akan berkomentar banyak tentang buku ini -atau sudah?- tapi yang jelas, setelah selesai membaca buku Dream Catcher, semangatku untuk mengapai cita-citaku dari zaman SD kembali menggebu-gebu. ga ada alasan untuk berhenti di tengah jalan. apa pun itu. aku sempat merinding di beberapa halaman membaca pengalaman-pengalaman orang lain yang berusaha untuk mencapai cita-citanya. salah satunya di halaman 44. Soichiro Honda tidak diterima oleh Toyota Motor Corporation. Resep ayam goreng milik Harland David Sanders a.k.a Colonel Sanders ditolak sebanyak 1.009 kali. Albert Einstein baru bisa bicara saat berumur 4 tahun dan membaca saat berumur 7 tahun. Oprah Winfrey pernah dipecat karena disebut tidak pas untuk televisi. Steven Spielberg pernah di tolak tiga kali oleh University of Southern California School of Theater, Film and Television. Lihat, kan, betapa kegagalan itu berarti banyak ketika kesuksesan telah diraih. akhir kata, aku menyukai buku ini dan ga menyesal membeli meskipun sedikit terlambat. ini satu quote yang sangat ngena di hati bahkan sekarang aku tulis dan dipajang di meja belajarku:"Ternyata, hal yang membatasi diri kita dalam bermimpi dan merealisasikannya hanyalah diri kita sendiri."♥ Best Regards ♥ P.S besoknya adeku pergi lagi ke toko buku bareng teman-temannya dan dia bilang buku Dream Catcher baru dipajang lagi di rak best seller. masih banyak. terbungkus plastik dengan rapi. Dan aku cuma bisa menghela napas panjang...........

  • Dwita Ariyanti
    2018-10-26 12:44

    “Some say life begins at 30, 40, or even 60. I believe mine should start as soon as I have learned something and have been able pass the lessons to others”- Alanda KarizaTidak heran bila kita mendengar atau bahkan menyaksikan sendiri bagaimana orang-orang dewasa berhasil meraih mimpinya. Namun hal yang jarang kita saksikan anak muda yang telah mulai berkarya di usia muda. Penulis Dream Catcher ini salah satunya. Dengan mendirikan sebuah organisasi (The Cure for Tomorrow) di usia 14 tahunnya dia layak menjadi Delegasi Muda Indonesia ke berbagai negara.Buku ini dibuka dengan pengantar dariMonique Coleman(UN Youth Champion) yang menyampaikan betapa dia selalu menggunakan prinsip disiplin, kerja keras, kebulatan tekad dan ketekunannya untuk melakukan segala hal, dimulai dari menciptakan mimpi hingga merealisasikan serta menjaga mimpinya. Pun buku ini mulai memberikan kisah seorang Zimbabwe di awal bagiannya. Disebutkan bahwa Dia, Tererai Trent yang merupakan anak perempuan yang dilarang ayahnya untuk bersekolah karena alasan bahwa perempuan hanya ditugaskan untuk menjadi seorang Ibu. Sehingga pada usia 11 tahun dia telah dinikahkan oleh ayahnya. Namun, sejak kecil dia memiliki passion yang kuat terhadap belajar. Semenjak kecil dia sering mengerjakan tugas sekolah saudara laki-lakinya. Setelah menikah, ia pindah ke Oklahoma. Di sana dia meneruskan mimpi-mimpinya. Dia terus belajar hingga memperoleh gelar master pada tahun 2003. Buku ini tidak hanya memberikan contoh nyata terhadap orang-orang yang awalnya tidak didukung oleh keadaan sekitarnya untuk mereaih apa yang diinginkan hingga berhasil meraih mimpinya, namun yang paling membuat buku ini berbeda adalah dengan membaca lembar demi lembar buku ini kita diajak untuk menciptakan, menggali, melaksanakan, menjaga, merawat, dan menikmati mimpi-mimpi yang seluruh manusia pasti miliki. Sekecil apapun mimpi itu.Di buku ini saya mendapatkan banyak hal menarik. Seperti tips-tips to make our dreams come true. Yang paling saya ingat hingga sekarang ialah Get out of your “no progress” zonedi mana kita pasti akan berada di suatu zona uncomfortable kita dan secara tidak sadar bahwa keadaan tersebut lah yang akan membantu kita untuk mencapai mimpi.Seperti halnya buku non-fiksi lainnya, buku ini di pertengahan tulisannya saya dibuat sedikit bosan karena isinya didominasi oleh kata-kata yang selalu memberikan anjuran walau saya akui kata-kata yang ditulis oleh Alanda adalah kata-kata yang mudah dicerna. Namun hal itu menjadi tertutupi dengan disuguhinya ruang khusus untuk pembaca menuliskan rancangan-rancangian mimpi kita, menuliskan langkah-langkah terpadu, dan kolom-kolom tersebut didesain dengan sangat menarik. Well, buku ini saya rasa sangat layak untuk dibaca, terlebih untuk para muda-mudi yang belum/sedang menemukan mimpinya. Buku ini akan sangat membantu Anda.

  • Novita Forentina
    2018-11-03 11:50

    Dreamcatcher merupakan buku non fiksi – pengembangan diri yang menggambarkan tentang bagaimana kita merancang mimpi atau cita-cita yang kita inginkan. Jadi, di dalam buku ini dijelaskan tentang bagaimana kita menciptakan atau menemukan impian kita, lalu bagaimana caranya kita bisa meraih mimpi tersebut dan hal-hal yang—mungkin— menjadi hambatan di tengah perjalanan kita dalam meraih impian tersebut.Buku ini juga dilengkapi dengan profil anak-anak muda Indonesia yang telah sukses mewujudkan impian mereka. Selain itu, yang paling menarik dalam buku ini adalah lembar aktivitas di dalamnya, yang bisa kita gunakan untuk mencatat hal-hal yang ingin kita capai.Kekurangan dalam buku ini menurut saya adalah sampul bukunya. Memang terlihat menarik, tetapi ketika pertama kali saya melihat buku ini, saya pikir adalah sebuah teenlit atau novel yang menceritakan tentang sekelompok anak muda yang ingin meraih cita-citanya.Kelebihan dalam buku ini adalah ada banyak gambar animasi di setiap bab yang membuat kita tidak bosan ketika membaca lembar demi lembar buku ini. Selain itu, bahasa yang digunakan si penulis tidak kaku, karena lebih banyak bercerita tentang cerita si penulis atau beberapa orang ia temui—sepanjang perjalanan meraih mimpinya— jadi tidak terkesan sedang memberikan motivasi untuk meraih impian seperti para motivator.Saya suka ketika si penulis mengatakan bahwa, “hidup yang dipenuhi mimpi akan banyak bercerita tentang masa depan". So, bagi para dreamcather muda pasti penasaran ‘kan ingin segera membaca bukunya?

  • Christy Magdalena
    2018-11-02 16:46

    I woke up one day realizing how I have been 'wasting' my life. I am 21 and I have never done something notable, investible and something I am passionate about. I go to college. I respect rules. I do what's nearly all human living do. I know I have just turned 21 and it is totally normal if i see others with the same age while doing the same thing as I do. But hey, I don't want to be normal. I don't want the word 'common' describes my self. I have stood too long in an awe witnessing people's achievement. I have seen the author of this book, Alanda Kariza never ceases to impress me even since she was younger.I have never intended to buy this book. But then I passed on this particular section of the bookstores and found this book unwrapped. I started reading the books, jumping from one page to another page and decided to spend my money on this book. This book is practically a guide for catching dreams. Hence the title. The book is generally divided into five chapters with some sub-topics under each of them. The chapters are: Inventing your dream, Takedowns, Designing the blueprint, Making them come true, Living it. I bet you can imagine what's each chapter is gonna tell us.If you feel the same as I do or even if you don't or you haven't, give this book a read and decide what's best for your life. This might be not the best self-help book you have ever read, but this book definitely fuels me to constantly look for my life calling.

  • Titah
    2018-10-29 09:35

    I love this book!!Ini bukan buku yang mempresentasikan satu keilmuan baru. Sama sekali bukan. Buku ini sepenuhnya memaparkan hal-hal yang berada disekitar kita. Tapi terkadang kita memang tidak memerlukan teori baru untuk melangkah maju. Terkadang kita hanya butuh seseorang untuk memotivasi dan membakar semangat kita dengan bahan bakar yang sepenuhnya berada disekeliling kita selama ini. Dengan, atau tanpa kita sadari. And Alanda, She did it! Dia memperlihatkan kepada kita hal-hal yang kerap terlewat, padahal adalah bahan baku utama dalam misi kita menggapai mimpiMembaca buku ini, bagi saya, seperti memegang telur emas yang akan segera menetas. Saya tidak sabar melihat apa yang akan keluar dari telur itu. Bagaimana ia akan bergerak, bagaimana ia akan bertumbuh..Dan, buku ini -sepertinya- bukan buku yang akan 'selesai' kita perlukan hanya dengan satu kali membaca. Bagi saya, buku ini seperti makanan ringan yang tidak akan lupa saya masukkan kedalam tas. Bagi orang lain mungkin tidak pentig, tapi saya, saya pribadi, tahu dengan pasti apa fungsinya disana.Untuk kalian yang sedang slash ingin menggapai impian, mungkin ada baiknya mempertimbangan buku ini masuk dalam list, to-read-book

  • Ummi Ciptasari
    2018-11-13 11:49

    Buku yang sangat menggugah dan menginspirasi! Membaca buku ini rasanya seperti secara langsung mengobrol dan berdiskusi dengan Alanda Kariza. Sering sekali beberapa pikiran, komentar, tanggapan bahkan sanggahan yang muncul di pikiranku langsung ditanggapi di halaman ataupun bab berikutnya. Selain tersusun dengan sangat baik, bahasa yang digunakan dalam buku inipun benar-benar pas. Meskipun menggunakan Bahasa Indonesia (dan Inggris) yang baik, benar dan hampir tanpa cela, namun gaya penulisannya tetap santai sehingga sama sekali tidak membosankan. Banyak buku motivasi diri yang membuat saya merasa dibangunkan dari tidur, tetapi buku ini berbeda karena bukan hanya membangunkan, namun juga memberi saya 'makan pagi' sebagai energi untuk maju, dan bahkan juga membimbing saya untuk membuat peta perjalanan yang perlu saya tempuh untuk menangkap mimpi. Alanda Kariza and many others have proven that our dreams are something we can have to chase and catch, now what am I waiting for to go chase and catch mine?

  • DitaHersiyanti
    2018-11-01 08:49

    Jujur saja, kita pasti memiliki banyaaaaaak sekali mimpi yang masih di angan-angan, atau belum pernah terwujudkan, padahal kita ingin sekali merealisasikannya?Sama, aku juga punya kok :)Tapi, begitu membaca lembar demi lembar buku ini, pintu hati saya pun terketuk. Wah, betapa sia-sianya hidup ini kalau tidak digunakan untuk mewujudkan segudang mimpi kita...Uniknya, disini Alanda tidak hanya memaparkan gagasannya tentang "bagaimana mewujudkan mimpi" "bagaimana cara memotivasi diri sendiri" and stuff, melainkan juga di buku ini tersedia lembar aktivitas (contohnya sepeti "My 'so-fun-to-do' bucket list" yang dapat kita isi dengan bermacam-macam mimpi kita, dan kita bisa mengisi sederet penghalang mimpi kita di lembar "Hal-hal yang mencegah mimpi kita menjadi kenyataan"). Seems interesting, isn't it? :)

  • Wenny Widy
    2018-11-07 10:51

    Aku mendadak ngefans berat sama Alanda Kariza waktu baca buku ini.Dia adalah pribadi yang mampu menelisik kesempatan-kesempatan emas yang ada. Hal itu terlihat jelas dari buku ini.Siapa sangka kalau kesempatan tidak datang begitu saja, tetapi harus dicari?Alanda Kariza sukses menulis buku ini dengan sangat sempurna. Ia tahu bagaimana kita bisa mencapai mimpi-mimpi kita dengan urutan-urutan yang benar.Buku ini sangat inspiratif, apalagi dengan kisah-kisah sukses orang-orang sukses yang kak Alanda hadirkan. Hal ini menunjukkan bahwa ia tak hanya menulis, tapi juga melakukan banyak observasi.Big thanks for Alanda Kariza. You make me spectacularly plan my dreams, and I will catch my dreams soon!Review: http://widybookie.blogspot.co.id/201...

  • Arum
    2018-10-31 15:27

    Inspiring! Itulah satu kata untuk mendeskripsikan buku satu ini. Alanda gak hanya sukses memberikan kisah-kisah yang menginspirasi dari orang lain, tapi juga menceritakan kisah pengalamannya sendiri yang gak kalah inspirasional. Buku ini menginspirasi, tapi tidak ada kesan menggurui, semuanya dituliskan dengan bahasa yang ringan. This book also taught me a lot of things! Saya juga jadi tau kalo sukses di usia muda itu mungkin, dengan adanya profil orang-orang muda sukses Indonesia. Desain buku ini juga jauh dari kesan boring, karena dilengkapi gambar-gambar ilustrasi yang cute, juga ada list-list yang keren buat kita isi sendiri dengan rencana-rencana/ mimpi-mimpi kita. Pokoknya saya sangat merekomendasi buku ini~ terutama buat para pelajar SMA yang lagi galau sama cita-cita, dan future plans mereka (y)(y)(y)

  • Harun Harahap
    2018-11-14 12:39

    Cukup cepat buat gue untuk menyelesaikan buku ini. Yah, buku seperti ini memang bukan genre kesukaan gue. Jadinya gue menyelesaikan sebagai bahan siaran. Buku-buku self-help, psikologi atau motivasi memang sebenarnya hanya mengingatkan kita pada hal-hal yang terlupakan. Atau memang hal-hal yang tidak kita pedulikan walau alam sadar kita mengerti apa yang sudah, sedang dan akan terjadi.Namun, gue bangga dengan Alanda sebagai role model kaum muda yang mengingingkan perubahan pada dunia. Tidak cuma mementingkan kepentingan diri sendiri. Semoga buku ini berguna bagi kaum muda untuk mewujudkan impiannya. Jangan takut bosan membacanya, karena akan ada ilustrasi menarik di dalamnya. Belum lagi ada daftar isian yang bisa kamu corat-coret sesukamu..

  • Aca Tadesa
    2018-11-03 12:36

    Dreams are invented. You should find out what you want to do. Your dream could come from something you love, a problem you want to solve, things you want to change, or something you want to share with others.“Dream Catcher” has a cool lay out design that make reading it more fun. Alanda also make it feels like a sharing to a friend. Besides her own experience, she also put other successful young profile that had accomplish some of their dreams and in a way to achieve other dreams in their life. There are also some simple worksheet in the book that related with the topic in that chapter.Full review >> http://acatadesa.com/dream-catcher

  • Stevi Lin
    2018-11-07 14:32

    Saya sudah membaca buku ini dua kali dan tidak pernah bosan.Alanda masih sangat muda pada saat dia menulis buku ini tapi menurut saya luar biasa sekali.Pada usia semuda itu ia sudah punya tools-tools dan pemahaman yang mantap dalam berjuang meraih mimpi dan membahagiakan orang-orang di sekitarnya.Buku ini menyajikan tips-tips praktis dan testimoni dari anak-anak muda Indonesia yang rinduuntuk menjadi agen perubahan.Meskipun saya sudah bukan remaja lagi tapi isi buku ini masih sangat relevan.I hope I had read this whenever I was younger.

  • Andri
    2018-10-25 08:33

    membaca buku ini membuat saya seperti dituntun selangkah demi selangkah untuk mencapai apa yg selama ini kita impikan, bahkan buat kita semua yg belum memiliki mimpi sekalipun buku ini menjelaskan bagaimana menentukan impian kita tersebutbahasa yg digunakan mengalir, mungkin karena memang buku ini semacam pengalaman alanda kariza yg dituangkan dalam bentuk tulisan jadi tidak ada kesan menggurui sama sekali.sisanya mungkin silahkan dibaca sendiri dan temukan sendiri mimpimu dan bagaimana engkau meraihnya nanti

  • Ila Rizky Nidiana
    2018-10-21 11:24

    Ada lima bagian dalam buku ini yaitu : Inventing your dreams, take downs, Designing the blue print, Making them come true, dan Living it. Dilengkapi dengan lembar aktivitas di buku ini, pembaca akan dengan mudah mengklasifikasikan potensi diri, hambatan, tantangan, dan daftar impian yang akan ia capai. Dengan lembar aktivitas yang terukur, membuat impian jauh lebih mudah dicapai. Ilustrasi yang cantik juga cover yang menarik menjadi nilai tambah.http://resensi.ilarizky.com/2014/06/r...

  • Novia
    2018-11-01 10:25

    Konten buku ini sangat cocok dibaca untuk remaja terutama anak SMA yang sedang menapaki tahap untuk menjadi generasi pemimpin serta pengatur di negeri ini. Seperti yang kita ketahui, buku ini berisi tentang berbagai tips serta kisah yang dapat memotivasi. Namun buku ini tak biasa, karena isinya begitu jujur dan tidak berlebihan seperti buku motivasi yang kita temui kebanyakan. Buku ini sukses untuk mengubah beberapa mindset yang kurang tepat dengan caranya yang sederhana.Intinya, aku merekomendasikan buku ini!

  • Muhammad Rajab
    2018-11-03 08:41

    buku yang sangat memotivasi.selama proses membacanya, saya bahkan langsung membuat daftar mimpi-mimpi yang ingin saya wujudkan.semoga secepatnya saya dapat mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.dan, oh, tak lupa terima kasih banyak kepada sang penulis sendiri, mbak Alanda Kariza atas kisah-kisahnya yang menginspirasi juga tips yang oke!kesimpulan setelah baca buku ini versi saya:"Mimpi itu seperti halnya sebuah rumah yang harus kamu bangun secara perlahan-lahan, baru setelahnya rumah tersebut dapat terbagun dengan sempurna dan bisa dinaungi suatu hari nanti":)

  • Dinda Fitria Sabila
    2018-10-31 09:28

    Bagian paling membuatku terpukul sekaligus berdecak kagum adalah ...saat aku menulis "Aku ingin menikah dengan Suho-oppa" dalam list dreams ku, dan saat aku membuka halaman selanjutnya seperti tertampar saat aku disindir dengan ungkapan, "Mimpi dan fiksi itu berbeda" Oh damn it, tapi mau tak mau aku mengakui, membaca buku self improvement yang ini lebih dari sekedar seru, asyik dan menyenangkan.Kita dibawa keliling dunia seakan menemui sosok-sosok penting yang wajib kita tahu bagaimana kisah tentang mimpinya :)Terimakasih kak Alanda, Dream Catcher is AMAZING !

  • Muamaroh
    2018-10-27 09:43

    Kenapa cuma tiga?Mungkin karena saya terlalu banyak membaca buku motivasi semacam ini. Your job is not your career dan Journey to be Ultimate U-nya Rene, Oh My Goodness-nya Yoris, Been There Done That Got The T-Shirt (B.T.D.T.G.T.T.S.-nya Risyiana Muthia, dan beberapa buku terjemahan lain. Dan, well, terkadang beberapa orang tidak perlu mambaca terlalu banyak, karena motivasi dan segala hal baik itu telah tertanam sejak lahir, di dalam dirinya. Don't look too far, just look inside yourself.

  • Hesty
    2018-10-25 08:30

    Mungkin kita sering mendengar cerita-cerita motivasional dan hebat seperti yang digambarkan dalam DreamCatcher. Namun, menurut saya, Alanda mampu mengkompilasi cerita-cerita tersebut dalam satu kemasan yang menarik dan kata-kata sederhana sehingga mudah dicerna oleh pembaca. Saya rasa semua orang sebaiknya membaca buku ini setidaknya sekali sebagai pengingat agar tidak pernah lagi lupa untuk bermimpi, terutama ketika usia dan waktu mulai membuat mimpi-mimpi itu memudar.

  • Annisa
    2018-10-26 14:34

    Pertama kali saya membeli buku ini, saya belum terpikirkan bahwa buku ini akan membawa dampak yang sangat baik untuk saya. Buku ini begitu sangat menginspirasi. Disini kita tidak hanya diajarkan untuk menggapai mimpi tapi bagaimana cara membuat mimpi itu menjadi kenyataan. Secara keseluruhan saya sangat menyukai buku kak Alanda yang satu ini